JAKARTA- Sosok Umar bin Khattab yang memiliki jiwa
kepemimpinan teladan sangat dikagumi banyak orang. Salah satunya Marissa
Haque yang sangat mengagumi sosok Umar.
"Umar yang terlihat
garang, ketika dibacakan ayat-ayat Alquran langsung luluh hatinya. Itu
yang namanya hidayah kan," kata Marrisa saat ditemui di Kampus UIN,
Ciputat, Tangerang Selatan.
Begitu juga dalam kehiduan
keluarganya, Marrisa dan Ikang Fawzi mencoba mengaplikasikan ajaran yang
baik untuk diterapkan dalam keluargannya.
"Ikang dan saya
sebagai wakil imam di rumah, kita lead by example. Apa yang kita lakukan
sesuai dengan apa yang kita katakan sebagai manusia yang penuh dengan
kesalahan," ujarnya.
(rik)
"Marissa Haque Tiru Keteladanan Umar bin Khattab": okezone.com
Pada tanggal 18 Agustus 2011 lalu selepas HUT Kemerdekaan RI ke 66, saya Marissa Haque Fawzi berhasil lulus dengan nilai “A” bulat dari FEB (Fakultas Ekonomi Bisnis) di UGM (Universitas Gadjah Mada). Sebelumnya pada awal tahun tepatnya Januari 2011 ini Ahmad Zulfikar Ikang Fawzi suamiku berhasil lulus duluan dengan pencapaian sama yaitu “A” bulat juga. Bukan untuk bersaing namun justru kelak untuk saling melengkapi atau aliansi atau kolaborasi. Karena Ikang lebih fokus kepada ekonomi makro berbasis kepada Teori Adam Smith (Keynesian) sementara saya lebih memilih meletakkan hati-pikiran-energi kepada ekonomi mikro syariah berbasis kepada semangat Prof Mubyarto (Mubyartois).
Proses ujian sidang MBA saya alhamdulillah paling lancar di hari itu, karena hanya memakan waktu sekitar 25 menitan. Dengan masa 15 menit presentasi dan 5-10 menit menjawab pertanyaan lisan dari tiga orang penguji, yaitu: (1) Prof.Dr. Basu Swatha Dharmmesta/Pakar Marketing Strategic temannya Prof. Philip Kottler; (2) Dr. Fahmi Radhi/Direktur The Mubyarto Institute; (3) Dr. Goedono/Pakar Strategic Management.
Selesai ujian sidang tertutup MBA tersebut saya langsung didaulat untuk mempresentasikan hasil penelitian selama enam bulan tersebut di LOS (Lembaga Ombudsman Swasta) milik Pemda DIY/Kesultanan Yogya sembari buka puasa bareng dengan beberapa media lokal di sana.
Keseokan harinya tertanggal 19 Agustus 2011, silaturahim ke Pendopo Keluarga besar Prof.Dr. Amin Rais Guru Besar FISIPOL UGM. Di sana saya diterimas anak menantu Pak Amin Rais istri dari Hanafi Rais beserta Ibu dan anak-anaknya. Juga Hanum Rais putri Pak Amin yang memiliki hobi sama dengan saya yaitu : “menulis!”
Tak dinyana ternyata kami merasa cocok dan ingin terus melanjutkan silaturahim ke depannya demi kemajuan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kami ingin melihat Mas Hanafi Amin Rais menjadi Walikota Yogyakarta 2011 besok ini. Karena Mas Hanafi dan juga Prof. Amin Rais sangat mendukung keberadaan BMT seperti apa yang telah saya dapatkan dari hasil penelitian MBA ku sebelumnya.
Insya Allah doa kami semua dapat ridho Allah Azza wa Jalla dan dikabulkan-Nya… Amiiiin… Ya Robbal Alamiiin…
“Marissa Haque & Ikang Fawzi: Silaturahim di Yogya Memang Berkah “
Jakarta - Pemerintah tetap komitmen terhadap perdagangan bebas ASEAN-China Free Trade Agremeent (ACFTA). Walaupun daya saing produk Indonesia kian tergerus China, yang juga berdagang secara tidak fair.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan berdasar temuan tim independen Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) dan Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) terungkap bahwa terdapat perdagangan yang timpang sebagai imbas dari penerapan kebijakan ACFTA. Namun, kata Mari, pemerintah telah menanggulangi ketidakseimbangan tersebut melalui penerapan beberapa kebijakan.
"Temuannya menunjukkan bahwa ada perdagangan yang tidak fair makanya itu kita kenakan bea masuk tambahan, itu namanya bea masuk antidumping, ada juga namanya bea masuk safeguard, namanya bea masuk penyelamatan," ujarnya ketika ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (11/4/2011).
Meskipun Mari menyatakan komitmen kebijakan ACFTA akan tetap dijalankan. Pasalnya, kebijakan tersebut juga mempunyai keuntungan seperti meningkatnya investasi China di Indonesia.
"Iya masih komit, kita mengatasi masalah daya saing di dalam negeri, untuk mengatasi berbagai hal, ada yang infrastruktur ada masalah bahan baku. Semua itu harus kita atasi dan pada saat sama kita sudah punya kesepakatan bilateral dengan China untuk menjaga supaya hubungan kita itu win-win," tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, yang mengatakan pemerintah akan tetap menjalankan kesepakatan yang telah ada dengan China.
"Yang paling penting buat kita itu bagaimana agar balance dan tidak merugikan kita. Itu PR (pekerjaan rumah) kita, kita kerjakan, meningkatkan capacity building dan meningkatkan daya saing. Tapi juga China kita minta menjaga balance of trade-nya. ASEAN iya, kita harus komit dengan ASEAN. Ini dalam kerangka ASEAN, bukan bilateral. Tapi kita juga tidak ingin industri kita mengalami gangguan, apalagi sampai mengalami kebangkrutan atau apapun sesuai laporan perindustrian," ujarnya.
Sebagai informasi, sebanyak tujuh jenis produk industri yakni besi dan baja, tekstil dan produk tekstil (TPT), kosmetika, mainan anak, alas kaki, lampu, dan loudspeaker diusulkan untuk dievaluasi penerapannya pasca implementasi perjanjian perdagangan bebas ACFTA.
Dirjen Basis Industri Manufaktur (BIM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto mengatakan, dari tujuh produk tersebut, terdapat lima jenis produk utama yang mengalami lonjakan impor yang signifikan. Kelima produk itu adalah besi dan baja, TPT, mainan anak, kosmetika, dan alas kaki.
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), selama Februari 2011 perdagangan Indonesia dengan China juga mencatat defisit US$ 324,5 juta. Defisit neraca perdagangan nonmigas dengan China pada periode Januari-Oktober 2010 mencapai US$ 5,3 miliar. Angka itu mengalami peningkatan sebesar US$ 1,4 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2009 senilai US$ 3,9 miliar.
Empati beliau yang luar biasa kepada pasar tradisional ketika melihat data yang ada. Memang data ditanganku ini bukan yang paling terakhir, namun tahun 2007 bukanlah tahun yang terlalu lama telah lewat. Dimana sejumlah 4.707 pasar tradisional ditinggalkan pedagang karena kalah brrsaing dengan ritel modern dalam lokasi yang sama. Angka diatas tersebut adalah setara dengan besaran 35% dari total pasar tradisional diseluruh Indonesia. Percepatan pertumbuhan ritel modern didalam kurun waktu sangat singkat berhasil menggilas sumber pendapatan wong cilik pada lini akar rumput.
"Kenangan dari forumkami.com: Marissa Haque & Dukungan pada Pasar Tradisional"
YA, rocker matang era-80an itu rupanya gatal berteriak dan berjingkrak seperti pada masa kejayaaanya dulu. Suami aktris senior Marissa Haque itu memutuskan untuk kembali eksis di industri musik Tanah Air.
"Main musik itu suatu berkah untuk orang lain, makanya saya pun merasa bersalah kalau enggak bisa menghasilkan sebuah karya lagi, jadi saya putuskan untuk aktif (menyanyi) lagi," bilang Ikang saat menggelar konser "Go Clean" di Gedung Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta Barat, baru-baru ini.
Akan tetapi, rocker yang identik dengan lagu Preman itu tak kembali ke panggung musik dengan bersolo karier. Kali ini, dia turut mengajak saudara-saudara iparnya, yakni Ekki Soekarno (suami Soraya Haque) dan Gilang Ramadhan (suami Shahnaz Haque) membentuk sebuah band bernamaBrother In Law (BIL) Project.
Konsep untuk membentuk band dengan saudara ipar sudah lama direncanakan pria berusia 51 tahun ini. Namun, baru tahun ini pelantun soundtrack film legendaris Catatan Si Boy itu berhasil mengajak mereka mengeluarkan sebuah album.
"Kita udah dari 10 tahun lalu ngeband bareng, tapi baru bisa bikin album ya sekarang. Karena memang semakin tua kesibukan bukannya makin berkurang, malah bertambah. Jadinya agak susah untuk bisa ketemu setiap hari di studio," papar Ikang.
Bersama Ekki dan Gilang di BIL Project, Ikang berhasil merilis single berjudul Hancur Hatiku. Melalui lagu tersebut, Ikang kembali menyuguhkan nuansa musik rock ala tahun 1980-an.
"Tiga Ipar Berbahasa Perancis Haque Bersatu dalam BIL Project (the Brother in Law)"
Mbak Ani Noor dari Bank Permata Syariah adalah KAGAMA MM UGM dari angkatan awal-awal.
Sementara Mbak Farida dari BNI 46 adalah KAGAMA angkatan Ikang Fawzi suamiku yang sekarang ini berada dalam kepengurusan Kesekjenan tahun 2011.
Berada di tengah mereka membuat semangatku kembali 'meledak-meletup' ingin segera menyandang titel MBA di belakang nama resmiku sebagai Nyonya Ikang Fawzi (smile).
Thesis yang telah kurampungkan di mimggu lalu tinggal menunggu persetujuan resmi dari FEB UGM, Yogyakarta melalui Prof Dr Basu Swastha Dharmmestha. Insya Allahu di minggu ini kami sekeluarga sudah dapat memperoleh jadwal resmi kapan akan maju sidangnya, dan baik Ikang Fawzi suamiku serta kedua anakku akan menemani sidangku kelak di Kampus FEB UGM Yogyakarta. Namun dengan catatan kalau kedua anak-anakku tersebut--semoga Bella bisa cuti dari Global TV/MNC Grup di Jakarta tempatnya bekerja dan Kiki bisa pulang sebentar dari tempat kerjanya di Lez Copaque, Malaysia.
Wihhh...deg-degan juga rasanyaaaaa... Seperti baru mau dapat gelar sarajan S1 saja deh! Entah kenapaaaa...
Namun ada yang membuat diri ini semakin deg-degan, yaitu ketika ekspektasi banyak orang (masyarakat luas Indonesia) terhadap keberadaan diriini di tengah MES (masyarakat ekonomi syariah). Karena mereka jadi semakin benar-benar mengharapkan kontribusi aktif-nyataku. Juga mungkin disebabkan oleh karena wilayah ekonomi syariah di Indonesia masih teramat-sangat-keliwat kekurangan sumberdaya insaninya!
Padahal saya ini siapalaaaah...begituuu... Juga kemampuan Ilmu Ekonomi saya pas-pasan saja rasanya, wa bil khusus karena diri ini semakin menyadari sudah tidak lagi terlalu muda. Dan bukan seorang insan berlatar-belakang Ilmu Ekonomi murni--latar belakang saya ber-domain Ilmu Hukum.
Saya hanya merasa punya hati, dan memiliki keberpihakan kepada bidang ilmu ekonomi syariah dengan kekhususan ekonomi mikro, baik bank dan non-bank.
Wallahi spiritku bermula hanya dari sana! Tapi besar harapan hati, walau katakanlah bermula dari hal yang sangat sederhana dan tak berarti (di mata sebagian orang), namun insya Allah akan ada value atau nilai kemuliaan tertentu di Mata-Nya. In 'The Eyes' of The All Mighty...Allah Azza wa Jalla... Insya Allah...amiiin...
Ikang Fawzi: Dua Jam Membaca (untuk Marissa Haque)
-
Oleh: JIBI
4 Desember 2011 | 11:00 WIB
Share on:
Ikang Fawzi: Dua jam membaca Oleh Rahmayulis Saleh
Ikang Fauzi (antara) Sumber:
http://bisnis-jabar.com/...
Ikang Fawzi (Karya Lirik Lagu): "Salam Terakhir"
-
Di malam ini kuberanikan diri menemuimu 'tuk kesekian kalinya Janganlah
kau takut tiada guna pula kau bicara Kuingin menatapmu, dewiku Dan kini
kusadari b...
-
*Belajar Bahasa Perancis, Segera Marissa!*
*Clip de Carla Bruni "Quelqu'un m'a dit" extrait de l'album du même nom*
*http://youtu.be/XvyMG0z0FZY *
*Dom...
Vintage Thing's Always Brings u memory...
-
Sabtu, 15 Januari 2011
Biasanya kalo hari Sabtu atau malam minggu, anak-anak seumuran aku pasti
lagi pada Hang out sm pacar ato temen”nya. Tapi hal itu gak...
Keluarga Isabella Fawzi
-
Marissa Haque's Family
May 16, '09
Buah pernikahan saya dengan Ikang Fawzi, melahirkan dua orang anak
perempuan bernama Isabella Muliawati Fawzi yang lahir...